Showing posts with label Based on my arguments. Show all posts
Showing posts with label Based on my arguments. Show all posts

Kesamaan derajat adalah suatu sifat yang menghubungankan antara manusia dengan lingkungan masyarakat umumnya timbal balik, maksudnya orang sebagai anggota masyarakat memiliki hak dan kewajiban, baik terhadap masyarakat maupun terhadap pemerintah dan Negara. Hak dan kewajiban sangat penting ditetapkan dalam perundang-undangan atau Konstitusi. Undang-undang itu berlaku bagi semua orang tanpa terkecuali dalam arti semua orang memiliki kesamaan derajat. Kesamaan derajat ini terwujud dalam jaminan hak yang diberikan dalam berbagai faktor kehidupan.

Negara Indonesia yang kita cintai ini memiliki landasan moral atau hukum tentang persamaan derajat.
  • Landaasan Ideal: Pancasila
  • Landasan Konstitusional: UUD 1945 yakni:
    • Pembukaan UUD 1945 pada alenia ke-1, 2, 3, dan 4
    • Batang Tubuh (pasal) UUD 1945 yaitu pasal 27, ps. 28, ps. 29, ps. 30, ps. 31, ps.32, ps.33, dan ps. 34 lihat amandemennya.
  • Ketetapan MPR No. IV/MPR/1999 tentang GBHN.

Makna Pembukaan dan Batang Tubuh UUD 1945
Setiap warga negara berhak mendapatkan hak-hak azasinya yang meliputi hak asasi pribadi, hak asasi ekonomi, hak asasi politik, hak asasi sosial dan kebudayaan, hak asasi mendapatkan pengayoman dan perlakuan yang sama dalam hukum dan pemerintahan serta hak asasi terhadap perlakuan tata cara peradilan dan perlindungan hukum.

Alinea pertama adalah suatu pengakuan hak asasi kebebasan atau kemerdekaan semua bangsa dari segala bentuk penjajahan dan penindasan oleh bangsa lain.

Alinea kedua adalah pengakuan hak asasi sosial yang berupa keadilan dan pengakuan asasi ekonomi yang berupa kemakmuran dan kesejahteraan.

Alinea ketiga adalah hak kodrat yang dianugerahkan oleh Tuhan Yang Maha Esa kepada semua bangsa.

Alinea keempat adalah memuat tujuan negara.

Pola Batang Tubuh UUD 1945
Di dalam batang tubuh UUD 1945 terdapat beberapa ketentuan yang mengatur persamaan derajat manusia yang dicantumkan sebagai hak dan kewajiban warga negara, antara lain:
  • Segala warga negara bersamaan kedudukan dalam hukum dan pemerintahan (pasal 27 ayat 1).
  • Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak (pasal 27 ayat 2).
  • Kebebasan berserikat, berpendapat dan berpolitik (pasal 28).
  • Kebebasan memeluk dan melaksanakan agama/kepercayaan (pasal 29 ayat 1).
  • Hak dan kewajiban membela negara (pasal 30).
  • Tiap-tiap warga negara berhak mendapatkan pengajaran (pasal 31).
    • Dan amandemen kedua dicantumkan pada pasal 28a - 28 j.

Persamaan Derajat di Dunia
dimuat dalam University Declaration of Human Right (1948) dalam pasal-pasalnya seperti :
  • (Pasal 1) sekalian orang dilahirkan merdeka dan mempunyai martabat dan hak yang sama. mereka dikaruniai akal budi dan hendaknya bergaul satu sama lain dalam persaudaraan
  • (Pasal 2 ayat 1) setiap orang berhak atas semua hak dan kebebasan yang tercantum tanpa terkecuali apapun seperti bangsa, warna kulit, jenis kelamin, bahasa, agama, politik, dll
Pelapisan sosial dan kesamaan derajat mempunyai hubungan, kedua hal ini berkaitan  satu sama lain. Pelapisan soasial berarti pembedaan antar kelas-kelas dalam masyarakat yaitu antara kelas tinggi dan kelas rendah, sedangkan Kesamaan derajat adalah suatu yang membuat bagaimana semua masyarakat ada dalam kelas yang sama tiada perbedaan kekuasaan dan memiliki hak yang sama  sebagai warga negara, sehingga tidak ada dinding pembatas antara kalangan atas dan kalangan bawah.

Sumber : Harwantiyoko, Neltje F.Katuuk. MKDU Ilmu Sosial Dasar. Jakarta. 1996
Sumber : Masykur, Ahmad. Persamaan Derajat. 

Persamaan Derajat


Stratifikasi sosial menurut Pitirim A. Sorokin adalah perbedaan penduduk / masyarakat ke dalam lapisan-lapisan kelas secara bertingkat (hirarkis).
Pitirim A. Sorokin dalam karangannya yang berjudul “Social Stratification” mengatakan bahwa sistem lapisan dalam masyarakat itu merupakan ciri yang tetap dan umum dalam masyarakat yang hidup teratur.
Stratifikasi sosial menurut Drs. Robert M.Z. Lawang adalah penggolongan orang-orang yang termasuk dalam suatu sistem sosial tertentu ke dalam lapisan-lapisan hirarkis menurut dimensi kekuasaan, privilese dan prestise.
Stratifikasi sosial menurut max weber adalah stratifikasi sosial sebagai penggolongan orang-orang yang termasuk dalam suatu sistem sosial tertentu ke dalam lapisan-lapisan hirarkis menurut dimensi kekuasaan, privilese dan prestise.
Jadi, arti stratifikasi sosial secara umum adalah cara suatu lingkungan menggolongkan keadaan masyarakat di sekitarnya ke dalam suatu sistem sosial tertentu.
Banyak faktor yang menjadi dasar-dasar pembentukan sosial, diantaranya adalah kekayaan, kekuasaan dan wewenang, kehormatan dan ilmu pengetahuan.
  •  Faktor kekayaan:
 Kekayaan (materi atau kebendaan) dapat dijadikan ukuran penempatan anggota masyarakat ke dalam lapisan-lapisan sosial yang ada, barang siapa memiliki kekayaan paling banyak mana ia akan termasuk lapisan teratas dalam sistem pelapisan sosial, demikian pula sebaliknya, yang tidak mempunyai kekayaan akan digolongkan ke dalam lapisan yang rendah. Kekayaan tersebut dapat dilihat antara lain pada bentuk tempat tinggal, benda-benda tersier yang dimilikinya, cara berpakaiannya, maupun kebiasaannya dalam berbelanja,serta kemampuannya dalam berbagi kepada sesama 

  • Faktor kekuasaan dan wewenang:
Seseorang yang mempunyai kekuasaan atau wewenang paling besar akan menempati lapisan teratas dalam sistem pelapisan sosial dalam masyarakat yang bersangkutan. Ukuran kekuasaan sering tidak lepas dari ukuran kekayaan, sebab orang yang kaya dalam masyarakat biasanya dapat menguasai orang-orang lain yang tidak kaya, atau sebaliknya, kekuasaan dan wewenang dapat mendatangkan kekayaan.

  • Faktor kehormatan:
Ukuran kehormatan dapat terlepas dari ukuran-ukuran kekayaan atau kekuasaan. Orang-orang yang disegani atau dihormati akan menempati lapisan atas dari sistem pelapisan sosial masyarakatnya. Ukuran kehormatan ini sangat terasa pada masyarakat tradisional, biasanya mereka sangat menghormati orang-orang yang banyak jasanya kepada masyarakat, para orang tua ataupun orang-orang yang berprilaku dan berbudi luhur.

  • Faktor ilmu pengetahuan:
Ukuran ilmu pengetahuan sering dipakai oleh anggota-anggota masyarakat yang menghargai ilmu pengetahuan. Seseorang yang paling menguasai ilmu pengetahuan akan menempati lapisan tinggi dalam sistem pelapisan sosial masyarakat yang bersangkutan. Penguasaan ilmu pengetahuan ini biasanya terdapat dalam gelar-gelar akademik (kesarjanaan), atau profesi yang disandang oleh seseorang, misalnya dokter, insinyur, doktorandus, doktor ataupun gelar profesional seperti profesor. Namun sering timbul akibat-akibat negatif dari kondisi ini jika gelar-gelar yang disandang tersebut lebih dinilai tinggi daripada ilmu yang dikuasainya, sehingga banyak orang yang berusaha dengan cara-cara yang tidak benar untuk memperoleh gelar kesarjanaan, misalnya dengan membeli skripsi, menyuap, ijazah palsu dan seterusnya.

References:
id.wikipedia.org

Stratifikasi Sosial

Ilmu sosial dasar adalah salah satu ilmu yang menelaah tentang kehidupan serta keadaan sosial dalam kehidupan manusia dari berbagai aspek. Sosial, menurut ENGIN FAHRI, adalah sebuah inti dari bagaimana para individu berhubungan walaupun masih juga diperdebatkan tentang pola berhubungan para individu tersebut. Dalam era globalisasi ini, ISD (Ilmu Sosial Dasar) juga selalu dikaitkan dengan perkembangan Teknik Informatika yang ada. Penjelasan lebih lanjut mengenai teknik informatika dan ilmu sosial dasar.

Indonesia pernah menggunakan istilah telematika (telematics) untuk arti yang kurang lebih sama dengan TIK yang kita kenal saat ini. Encarta Dictionary mendeskripsikan telematics sebagai telecommunication + informatics (telekomunikasi + informatika) meskipun sebelumnya kata itu bermakna science of data transmission. Pengolahan informasi dan pendistribusiannya melalui jaringan telekomunikasi membuka banyak peluang untuk dimanfaatkan di berbagai bidang kehidupan manusia, termasuk salah satunya bidang pendidikan. Ide untuk menggunakan mesin-belajar, membuat simulasi proses-proses yang rumit, animasi proses-proses yang sulit dideskripsikan sangat menarik minat praktisi pembelajaran. Tambahan lagi, kemungkinan untuk melayani pembelajaran yang tak terkendala waktu dan tempat juga dapat difasilitasi oleh TIK. Sejalan dengan itu mulailah bermunculan berbagai jargon berawalan e, mulai dari e-book, e-learninge-laboratorye-education e-library dan sebagainya.

Awalan e bermakna electronics  yang secara implisit dimaknai berdasar teknologi elektronika digital. Pemanfaatan TIK dalam pembelajaran di Indonesia telah memiliki sejarah yang cukup panjang. Inisiatif menyelenggarakan siaran radio pendidikan dan televisi pendidikan merupakan upaya melakukan penyebaran informasi ke satuan-satuan pendidikan yang tersebar di seluruh nusantara

Contohnya yaitu dengan pembuatan website merupakan salah satu pekerjaan yang dilakoni oleh mereka yang memilih jurusan Teknik Informatika, akan sangat bagus apabila ilmu yang telah ditanamkan tersebut diimplementasikan langsung di lapangan, diantaranya dengan menjadi seorang Freelancer. Menjadi Freelancer Website Development saya lakoni sejak kelas 11, dimana saat itu saya sudah memiliki bekal yang cukup dalam bahasa pemrograman PHP beserta databasenya MySQL. Saat itu saya merupakan sebuah anggota di grup yang terdapat di forum online. Ketika itu salah seorang ketua grup menunjuk saya untuk membuat sebuah website bagi grup kami ini. Saya mengerjakan dengan senang hati walau ketika itu saya tidak mendapatkan upah, karena pada saat itu yang menjadi tujuan saya yaitu mengambil pengalaman dalam membuat website. Ketua grup pun cukup puas dengan hasil saya. Selang waktu berlalu saya mengumumkan ke grup tersebut bahwa saya memenangkan perlombaan/olimpiade LKS (Lomba Kompetensi Siswa) SMK tingkat DKI Jakarta sebagai Juara 2 bidang Web Design, dari berita yang saya kabari tersebut, tidak sedikit dari anggota grup mengucapkan selamat kepada saya hingga mungkin kabar bahwa saya dapat membuat website disebar oleh anggota grup lain ke orang-orang yang lainnya.

Sampai suatu ketika, saat saya mengaktifkan aplikasi chatting, saya mendapat sebuah pesan dari orang yang tidak saya kenal sebelumnya, ia meminta saya untuk membuatkan website e-commerce, saya sendiri tidak tahu asal muasal orang tersebut tahu bahwa saya dapat membuat website, yang saya fikirkan saat itu mungkin berasal dari orang-orang di grup. Dan saat itu pula lewat chatting, ia menanyakan biaya pembuatan websitenya, ketika itu saya bingung harus mematok biaya berapa, karena memang saat itu saya belum memilik banyak pengalaman, saya pun menyebutkan nominal yang tidak terlalu besar, bahkan dibawah rata-rata biaya pembuatan website, orang itu pun setuju dan sampai akhirnya saya membuat website untuk toko online-nya.

Hari-hari berlalu, lewat percakapan-percakapan baik secara online ataupun secara langsung, kabar bahwa saya memberi jasa pembuatan website pun tersebar, dari forum, bahkan di kelas (ketika saya masih sekolah). Hingga sampai saat ini saya pun memberi jasa privat sampai membantu dan membimbing proyek skripsi mahasiswa, dan pastinya tentang Web Development.

Dari contoh yang saya alami tersebut, bisa disimpulkan bahwa seseorang yang tidak mendapat bekal Ilmu Sosial Dasar akan sulit dalam melakukan sosialisasi atau interaksi dengan manusia, terutama bagi mereka yang belum kita kenal. Apalagi untuk jurusan Teknik Informatika, semua pekerjaan-pekerjaan yang berhubungan dengan jurusan ini menuntut untuk bisa melakukan interaksi terhadap manusia. Mulai dari tata kramanya dan sopan santun dalam bicara maupun bersikap. Contoh-contoh pekerjaan dari jurusan ini yaitu HelpDesk IT dimana membutuhkan adanya interaksi ketika melayani user, Software Engineer dimana membutuhkan interaksi antara kita dengan orang yang memberi pekerjaan (sering sekali terjadi ketika keduanya melakukan diskusi), Database Analyst dimana membutuhkan interaksi kepada rekan kerja dalam melakukan integrasi database. Masih banyak pekerjaan bagi jurusan Teknik Informatika yang memiliki keterkaitan dengan Ilmu Sosial Dasar. Namun, ada satu hal yang sangat menonjol bagi mahasiswa jurusan Teknik Informatika, yaitu interaksi dengan orang lain secara online, maksudnya sangat banyak orang-orang yang berlatar belakang Teknik Informatika membutuhkan bantuan dalam mengerjakan sesuatu yang berhubungan dengan Teknologi di sebuah website, forum khususnya. Bisa dikatakan ini merupakan bukti bahwa Manusia merupakan makhluk sosial dimana pasti membutuhkan bantuan orang lain, begitu pula bagi mereka yang berlatar belakang Teknik Informatika. Sangat tidak mungkin apabila semua pekerjaan yang dilakukan bisa dikerjakan secara sendirian, pasti adakalanya membutuhkan bantuan orang lain, entah itu via online ataupun secara tatap muka langsung.


1 , 2 

IT for life


Penggunaan teknologi internet yang semakin menjamur di kalangan masyarakat, seolah-olah telah menjadi aktivitas wajib yang tak boleh luput dari setiap pasang mata makhluk sosial. Pembuat situs-situs terkenal yang biasa di jelajahi pun tak memberikan target pengguna yang spesifik untuk hasil eksperimentasinya, mulai dari masyarakat kalangan sosial atas, sampai dengan menengah ke bawah pun turut merasakan kecanggihan atas teknologi internet yang disuguhkan dengan bebas. Dukungan gadget dan provider yang kian hebat juga mendampingi aktivitas remaja hingga dewasa dalam sekedar ber-chatting ria dengan kawan, browsing, gaming, serta mem-posting tulisan hasil kreativitas tangan kita sendiri ke dalam situs-situs jejaring sosial.
Dari deretan kegiatan yang bersangkutan dengan internet, memang tidak dapat dipungkiri lagi bahwa hal-hal tersebut memanglah hal yang mengasyikkan untuk tidak kita lewati. Bagaimana mungkin kita bisa melewatkan deretan komentar yang tampil di timeline kita saat sedang online facebook, melihat-lihat TTWW (Trending Topics World Wide) yang menjadi fasilitas di twitter, atau sekedar meluapkan cerita emosi yang sudah sampai di ubun-ubun kita di dalam blog? Tentu tidak! Justru yang menjadi fungsi-fungsi dari jejaring sosial tersebut untuk menghubungkan jutaan manusia di dalam satu tempat secara virtual, dan menjadi media komunikatif dalam sosialisasi. Eeets’ tapi tunggu dulu, dalam penggunaannya serta pemanfaatannya, setiap hal pasti memiliki tata cara kan? Begitu pula dengan internet, dan ini wajib diperhatikan lho. Jejaring sosial juga memiliki aturan main yang harus kita taati dan kita simak secara cermat, jangan sampai kita masuk ke dalam lubang pusaran badai saat sedang asyik menulis dan berbalas komentar deh….
Kalian pasti sudah pernah mendengar beberapa kasus yang dibawa ke meja hijau untuk diselesaikan kan? Padahal hanya karena beberapa baris kata yang kita ketikan dalam jejaring sosial, wow we called this a power of words! Hmm, apa sih yang ada di benak kalian saat pertama kali mendengar kasus ini? Kaget? Itu sudah pasti, bagaimana bisa huruf-huruf kecil yang kita rangkai dengan mudahnya menjadi sebuah boomerang dengan putaran dahsyat untuk kita sendiri ya? Disini kita bisa pakai pernyataan “impossible is nothing!” lho. Memang gak ada yang mustahil kok di dunia ini, apalagi kalau hanya menjerat diri sendiri. Maka dari itu, semenjak mencuatnya beberapa kasus ekstrem mengenai jejaring sosial, pemerintah Indonesia mulai menegakkan hukum yang ada, dan mulai beredar kata-kata “Etika menulis di internet”. Pasti gak mau dong jadi korban selanjutnya cuma karena nulis-nulis iseng di jejaring sosial, padahal cuma berniat buat haha-hihi seru-seruan ya sama teman.
Satu hal yang wajib kamu ketahui mengenai etika menulis yang tepat di internet nih, larangan ini gak bersifat menghentikan kamu kok dalam berekspresi di dunia maya, gak membuat kamu jadi wajib menggunakan bahasa Indonesia yang baku seperti di dalam buku sastra juga, atau malah meninggalkan beberapa bahasa santai yang kita gunakan sehari-hari lho yaa…
                Seperti yang kita udah ketahui nih tentang etika itu sendiri, atau panggilan luar negerinya itu manner, adalah suatu tata cara yang berlaku dan sesuai dengan budaya atau norma yang diterapkan. Berarti kalau etika menulis di internet? Nah, artinya tata cara yang di sesuaikan dalam menulis di internet. Jadi kalau menulis di internet harus punya langkah atau kiat khusus nihPada umumnya, orang-orang udah cukup paham sih tentang larangan menulis yang bersangkutan tentang SARA. Tapi kalau misalnya ada yang belum tau, apa sih kepanjangan SARA itu sendiri? Suku, Agama, RAS dan Aliran. Jadi, kita sudah pasti dilarang lho kalau menulis yang berbau hal-hal perdebatan antar empat hal tersebut. Coba deh bayangin aja, kalau misalnya Indonesia gak memiliki larangan tersebut? Paham banget pasti kalau Negara kita ini kan terdiri dari kurang lebih 1000 suku berdasarkan sensus terakhir tahun 2010, kalau antar suku bentrok satu sama lain karena adanya provokasi? Bisa-bisa jadi lebih dahsyat daripada Perang Dunia 2. Gak mau kan dibilang bangsa yang tidak memahami perbedaan?
                Selain itu juga ada larangan untuk menggunakan kata-kata kasar atau menyinggung perasaan seseorang. Terkadang emosi memang tidak luput dari perintah-perintah yang kita berikan ke otak, sehingga biasanya kita menjadi lepas kendali dalam berucap. Sebaiknya, mulai sekarang lebih obyektif dalam memilih kata, dan lebih berfikir jutaan kali dalam memproses kalimat, salah-salah ngomong bisa ketulah sama peribahasa “mulutmu harimaumu” deh.
                Kalau saran yang ketiga ini, hukumnya gak kalah wajib dari yang lain, tulisan bukanlah hasil plagiat. Masih jaman ya jadi plagiator atau copy-cat? Kalau kalian memang meng-copy suatu informasi secara mentah-mentah dan menyeluruh di situs-situs internet, atau sekedar mengkutip beberapa informasinya, jangan malu dong buat mengkutip alamat website nya juga, kan sambil menyelam minum air! Glukkk.
                Sebenarnya tujuan dari menulis itu sendiri apa sih? Pasti punya manfaat yang ingin kita sebarkan dong ke para pembaca yang menikmati hasil kreativitas kita. Bagaimana kalau dalam struktur penulisan kita, harus memiliki tujuan untuk pembaca dan hal-hal yang kita tulis adalah hal yang BENAR adanya. Pasti kita memiliki perasaan yang bahagia dan terbayarkan ya saat tulisan tersebut di nikmati oleh pembaca dan mereka dapat menuai manfaat positif dari karya yang ada, terlebih lagi hal yang kita posting itu tidak HOAX alias palsu. Waduh, kasian yang baca dong kalau cuma dapet info yang salah? Hehehe.
                Dari beberapa tips yang sudah di jabarkan, kira-kira kita udah punya gambarannya belum nih? Atau mulai bisa menerapkannya gak ya di kehidupan sehari-hari? Tidak selalu saat posting tulisan di blog kok, saat kita melakukan aktivitas tweeting, kita juga bisa menggunakan tips-tips ini, kalau-kalau kalian takut lupa, ada baiknya di capture dan di jadikan wallpaper untuk gadget kalian, sedia payung sebelum hujan! Sedia bekal pengetahuan sebelum salah-salah update! Happy posting! :D



Thanks to:
Xoxo!<3

Think Smart, Write Smarter!